{"id":232020,"date":"2026-08-22T02:00:00","date_gmt":"2026-08-22T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/?p=232020"},"modified":"2026-07-29T14:03:07","modified_gmt":"2026-07-29T12:03:07","slug":"22-de-agosto-santa-maria-reina-fundacion-carf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/22-de-agosto-santa-maria-reina-fundacion-carf\/","title":{"rendered":"Santa Maria Ratu: Mengapa Gereja menyebut Perawan Maria sebagai Ratu?"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Maria adalah seorang gadis sederhana dari Nazaret, yang jauh dari pusat-pusat kekuasaan besar pada zamannya. Namun, Allah memandang kepadanya untuk mempercayakan sebuah misi yang luar biasa kepadanya: menjadi Ibu dari Putra-Nya, <strong>Santa Maria Ratu.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Injil Santo Lukas membawa kita tepat ke momen itu. Malaikat Gabriel menampakkan diri di hadapan Maria dan memberitahukan kepadanya bahwa ia akan mengandung Yesus, yang \u00abakan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi\u00bb dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Maria, meskipun belum sepenuhnya memahami apa yang akan terjadi, menjawab dengan penuh kepercayaan kepada Allah: \u00abInilah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gadis muda yang memperkenalkan diri sebagai budak itu adalah orang yang sama yang dipandang dan dihormati oleh Gereja sebagai <strong>Ratu Surga dan Dunia<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 id=\"por-que-la-virgen-maria-es-reina\" class=\"wp-block-heading\">Mengapa Perawan Maria disebut Ratu?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jawabannya sangat erat kaitannya dengan Yesus Kristus. <strong>Maria adalah Ratu karena beliau adalah <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/1-de-enero-solemnidad-de-santa-maria\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/1-de-enero-solemnidad-de-santa-maria\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Ibu Yesus<\/a>, Raja Semesta.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hari Raya Santa Maria Ratu ditetapkan oleh Paus Pius XII pada tahun 1954 untuk memuliakan Bunda Maria sebagai Ratu, sebagaimana Gereja mengakui Putra-Nya sebagai Kristus Raja.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehidupan keibuan ilahi Maria, oleh karena itu, merupakan asal mula martabat ini. Sebagaimana dijelaskan oleh Santo Josemar\u00eda, dari situ pula berasal rahmat dan hak istimewa yang dengannya Allah berkenan menghiasi dirinya: ia dikandung tanpa noda dosa, penuh rahmat, dan diangkat ke Surga bersama tubuh dan jiwanya serta dimahkotai sebagai Ratu seluruh ciptaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, untuk memahami apa arti sebenarnya dari menyebut <strong>Ratu Maria<\/strong>, kita harus melepaskan diri dari pandangan kita yang biasa tentang keluarga kerajaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"una-reina-que-sirve\" class=\"wp-block-heading\">Seorang Ratu yang melayani<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kita membayangkan seorang raja atau ratu, yang terlintas dalam pikiran kita mungkin adalah kekuasaan, kekayaan, atau hak istimewa. Keagungan Kristus dan Maria didasari oleh logika yang sama sekali berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber tersebut mengingatkan pada sebuah ajaran dari <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/la-trascendencia-teologica-de-benedicto-xvi\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/la-trascendencia-teologica-de-benedicto-xvi\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Benediktus XVI:<\/a> Keagungan Yesus terjalin dari <strong>kerendahan hati, pengabdian, dan kasih<\/strong>. Menjadi raja, dari sudut pandang Kristen, berarti di atas segalanya melayani, membantu, dan mengasihi. Dan logika yang sama itu kita temukan pada Maria.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kekuatannya tidak ditujukan untuk dirinya sendiri. Maria menggunakannya untuk melayani anak-anaknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, umat Kristiani dapat mendekati Beliau tidak hanya sebagai Ratu, tetapi juga sebagai <strong>Ibu.<\/strong>. Dua gelar yang, alih-alih saling bertentangan, justru menjelaskan hubungan yang unik antara Bunda Maria dengan setiap orang Kristen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">San Josemar\u00eda mengajak kita untuk menghidupinya dengan keyakinan yang mendalam layaknya seorang anak kepada Bapa:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00abPenuhilah dirimu dengan rasa aman: kita memiliki Bunda Allah, Perawan Maria yang Mahakudus, Ratu Surga dan Dunia, sebagai Bunda kita\u00bb. (<em>Menempa<\/em>, 273).<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 id=\"maria-reina-que-intercede-por-sus-hijos\" class=\"wp-block-heading\">Maria, Ratu yang mendoakan anak-anak-Nya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengakui Maria sebagai Ratu juga membuat kita percaya pada perantaraan-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Injil menunjukkan bagaimana Bunda Maria selalu menuntun kita kepada Putra-Nya. Santo Josemar\u00eda mengingatkan kita akan kisah perkawinan di Kana: melihat kebutuhan pasangan pengantin itu, Maria turun tangan dan Kristus melakukan mukjizat. Akibatnya, para murid pun percaya kepada-Nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maria tidak menggantikan Kristus: <strong>mendekatkan kita kepada-Nya<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keyakinan ini memungkinkan kita untuk memohon pertolongannya di saat-saat sulit, ketika iman melemah, atau bahkan ketika kita kehabisan kata-kata untuk berdoa. Santo Josemar\u00eda menyarankan agar kita memohon pertolongannya dengan kesederhanaan dan keyakinan, memohon perantaraan-Nya agar kita dapat kembali merasakan kedekatan dengan Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penuhilah dirimu dengan rasa aman: kita memiliki Bunda Allah, Perawan Maria yang Mahakudus, Ratu Surga dan Dunia, sebagai Bunda kita.\u00a0<em>Forja, 273<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 id=\"santa-maria-reina-de-la-paz\" class=\"wp-block-heading\">Santa Maria, Ratu Damai<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antara gelar-gelar yang digunakan Gereja untuk memanggil Bunda Maria, ada satu yang sangat bermakna: <strong>Ratu Damai, Regina pacis<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">San Josemar\u00eda menyarankan untuk memohon pertolongannya ketika kegelisahan menyelimuti hati, tetapi juga ketika menghadapi kesulitan dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, atau sosial.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, devosi kepada Santa Maria Ratu memperoleh dimensi yang sangat konkret. Ini bukan sekadar memandang Maria yang dimahkotai di Surga, melainkan mengakui-Nya sebagai Bunda yang dapat kita jadikan tempat berlindung dalam keadaan-keadaan sehari-hari dalam hidup kita.<\/p>\n\n\n\n<h3 id=\"la-humildad-de-maria-hagase-en-mi-segun-tu-palabra\" class=\"wp-block-heading\">Kerendahan hati Maria: \u00abJadilah padaku menurut firman-Mu\u00bb<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sungguh indah sekali bahwa Injil yang dipilih untuk perayaan Santa Maria Ratu adalah Injil tentang Kabar Sukacita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kita tidak menemukan Maria sedang duduk di atas takhta. Kita menemukannya di Nazaret, sedang mendengarkan firman Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wanita yang akan dinobatkan sebagai Ratu itu menyebut dirinya sendiri <strong>\u00abhamba Tuhan\u00bb<\/strong>. Dan justru di situlah kita menemukan salah satu kunci untuk memahami keagungan beliau.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maria membuka diri kepada Allah, mempercayai-Nya, dan menerima rencana-Nya, bahkan ketika ia tidak dapat sepenuhnya memahaminya. Tanggapannya \u2014\u00abjadilah padaku menurut firman-Mu\u00bb\u2014 menunjukkan keyakinan yang mendalam yang dapat menjadi teladan bagi setiap orang Kristen.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kehidupannya mengingatkan kita bahwa Tuhan dapat menampakkan diri dalam kesederhanaan dan kerendahan hati dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<h3 id=\"una-fiesta-para-acudir-a-nuestra-madre\" class=\"wp-block-heading\">Sebuah perayaan untuk menghormati Bunda kita<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merayakan <strong>Santa Mar\u00eda Reina pada tanggal 22 Agustus<\/strong> Oleh karena itu, hal ini jauh lebih dari sekadar mengingat salah satu gelar Bunda Maria.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal ini berarti memandang Maria sebagai Bunda Kristus dan Bunda kita; sebagai Ratu yang melayani, mengasihi, dan menjadi perantara; serta sebagai teladan hidup yang sepenuhnya terbuka terhadap kehendak Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">San Josemar\u00eda mengajak kita untuk ikut merayakan pesta ini dengan keyakinan layaknya seorang anak:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adalah pantas bahwa Bapa, Putra, dan Roh Kudus memahkotai Perawan Maria sebagai Ratu dan Penguasa seluruh ciptaan. \u2014Manfaatkanlah kuasa itu! Dan, dengan keberanian seorang anak, bergabunglah dalam perayaan Surgawi itu. \u2014Aku, kepada Bunda Allah dan Ibuku, memahkotai-Nya dengan kesengsaraanku yang telah dimurnikan, karena aku tidak memiliki batu permata maupun kebajikan. \u2014Semangatlah!\u00a0<em>Forja, 285<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ini <strong>22 Agustus<\/strong>, kita dapat menerima undangan tersebut dan mendatangi Maria dengan penuh keyakinan, menyampaikan kepadanya kebutuhan-kebutuhan kita, kegembiraan-kegembiraan kita, dan juga kesulitan-kesulitan kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena Ratu Surga itu, di atas segalanya, <strong>Ibu kita<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"771\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Coronacion-de-la-Virgen-Maria-Velazquez-771x1024.webp\" alt=\"Coronaci\u00f3n de Santa Mar\u00eda Reina, Velazquez\" class=\"wp-image-232079\" style=\"width:709px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Coronacion-de-la-Virgen-Maria-Velazquez-771x1024.webp 771w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Coronacion-de-la-Virgen-Maria-Velazquez-226x300.webp 226w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Coronacion-de-la-Virgen-Maria-Velazquez-113x150.webp 113w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Coronacion-de-la-Virgen-Maria-Velazquez-768x1020.webp 768w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Coronacion-de-la-Virgen-Maria-Velazquez-9x12.webp 9w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/Coronacion-de-la-Virgen-Maria-Velazquez.webp 991w\" sizes=\"auto, (max-width: 771px) 100vw, 771px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Penobatan Santa Maria Ratu, Vel\u00e1zquez<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Yohanes Paulus II, Audiensi Umum, 23 Juli 1997<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00abDalam devosi rakyat, Maria dipanggil sebagai Ratu. Konsili Vatikan II, setelah mengenang Kenaikan Perawan Maria \u201cdengan tubuh dan jiwa ke dalam kemuliaan surga\", menjelaskan bahwa Ia \u201cdiangkat oleh Tuhan sebagai Ratu semesta alam, agar semakin serupa dengan Putra-Nya, Tuhan di atas segala tuhan (lih.\u00a0<em>Ap<\/em>\u00a019, 16) dan pemenang atas dosa dan maut\" (<em>Lumen gentium<\/em>\u00a0, 59)\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, umat Kristiani memandang Maria Ratu dengan penuh keyakinan, dan hal ini tidak hanya tidak mengurangi, melainkan justru semakin mengagungkan penyerahan diri mereka sebagai anak kepada Dia yang merupakan Bunda dalam tatanan rahmat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00abLebih dari itu, permohonan Santa Maria Ratu bagi umat manusia dapat sepenuhnya efektif justru berkat keadaan mulia-Nya setelah Kenaikan. Hal ini ditekankan dengan sangat baik oleh Santo Germanus dari Konstantinopel, yang berpendapat bahwa keadaan tersebut menjamin hubungan yang sangat erat antara Maria dengan Putranya, dan memungkinkan perantaraan-Nya bagi kita. Saat berbicara kepada Maria, ia menambahkan: Kristus ingin \u201cmemiliki, bisa dikatakan, kedekatan dengan bibir dan hatimu; dengan cara ini, Ia mengabulkan semua keinginan yang kauungkapkan kepada-Nya, ketika kau menderita demi anak-anakmu, dan Ia melakukan, dengan kuasa ilahi-Nya, segala sesuatu yang kau minta\" (\u00a0<em>Homili<\/em>\u00a01)\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00abDapat disimpulkan bahwa Kenaikan Maria tidak hanya mendukung persekutuan penuh Maria dengan Kristus, tetapi juga dengan kita masing-masing: Ia berada di samping kita, karena keadaan-Nya yang mulia memungkinkan-Nya untuk menemani kita dalam perjalanan hidup kita sehari-hari di dunia ini. Kita juga membaca dalam tulisan Santo Germ\u00e1n: \u201cEngkau tinggal secara rohani bersama kami, dan besarnya kepedulian-Mu terhadap kami menunjukkan persekutuan hidup-Mu dengan kami\" (\u00a0<em>Homili<\/em>\u00a01). Alih-alih menciptakan jarak antara kita dan Bunda Maria, kemuliaan Maria justru menumbuhkan kedekatan yang terus-menerus dan penuh perhatian. Beliau mengetahui segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, dan menopang kita dengan kasih keibuan dalam berbagai cobaan hidup.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/discurso-san-juan-pablo-ii-cuatro-vientos-2003\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/discurso-san-juan-pablo-ii-cuatro-vientos-2003\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Yohanes Paulus II<\/a> (abad ke-20\u2013ke-21). Pidato dalam audiensi umum, 23 Juli 1997.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h4 id=\"santo-rosario-san-josemaria\" class=\"wp-block-heading\">Rosario Suci (St. Josemar\u00eda)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00abEngkau sungguh cantik, dan tak ada cela padamu. \u2014Engkau bagaikan taman yang tertutup, saudariku, Istri, taman yang tertutup, mata air yang tersegel. \u2014\u201d&nbsp;<em>Veni: coronaberis<\/em>&nbsp;. \u2014Ayo: kamu akan dinobatkan (<em>Ct<\/em>&nbsp;4, 7, 12, dan 8).<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00bbSeandainya kamu dan aku memiliki kekuasaan, kami pun akan menjadikannya Ratu dan Penguasa atas seluruh ciptaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00bbSebuah tanda besar muncul di langit: seorang perempuan dengan mahkota yang terdiri dari dua belas bintang di atas kepalanya. \u2014Berjubah matahari. \u2014Bulan di kakinya (&nbsp;<em>Ap<\/em>&nbsp;12, 1). Maria, Perawan yang tak bernoda, telah menebus dosa Hawa: dan dengan telapak kakinya yang tak bernoda, Ia telah menginjak kepala naga neraka. Putri Allah, Bunda Allah, Istri Allah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00bbBapa, Putra, dan Roh Kudus menobatkannya sebagai Ratu Semesta Alam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00bbDan para Malaikat..., para patriark, para nabi, dan para Rasul..., para martir, para pengaku iman, para perawan, dan semua orang kudus..., serta semua orang berdosa, kamu, dan aku, semuanya memberi penghormatan kepada-Nya sebagai hamba-hamba-Nya.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em><a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/san-josemaria-escriva-fiesta-liturgica\/\" target=\"_blank\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/san-josemaria-escriva-fiesta-liturgica\/\" rel=\"noreferrer noopener\">Santo Josemar\u00eda Escriv\u00e1<\/a> (abad ke-20). Rosario Suci, Misteri Mulia yang Kelima.<\/em><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber yang digunakan: opusdei.org <a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es\/gospel\/evangelio-22-agosto-bienaventurada-virgen-maria-reina?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Injil tanggal 22 Agustus: Perawan Maria yang Terberkati, Ratu<\/a> y <a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es\/article\/santa-maria-reina-rezar-con-san-josemaria?utm_source=chatgpt.com\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Santa Mar\u00eda Reina: berdoa bersama Santo Josemar\u00eda<\/a><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.youtube.com\/watch?v=JrO2kYKJL4g\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><h2>Daftar isi<\/h2><nav><ul><li><a href=\"#por-que-la-virgen-maria-es-reina\">Mengapa Perawan Maria disebut Ratu?<\/a><\/li><li><a href=\"#maria-reina-que-intercede-por-sus-hijos\">Maria, Ratu yang mendoakan anak-anak-Nya<\/a><\/li><li><a href=\"#la-humildad-de-maria-hagase-en-mi-segun-tu-palabra\">Kerendahan hati Maria: \u00abJadilah padaku menurut firman-Mu\u00bb<\/a><\/li><li><a href=\"#una-fiesta-para-acudir-a-nuestra-madre\">Sebuah perayaan untuk menghormati Bunda kita<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap tanggal 22 Agustus, Gereja merayakan pesta Santa Maria Ratu. Ini merupakan kesempatan untuk merenungkan Bunda Allah sebagai Ratu Surga dan Dunia, sekaligus menemukan bentuk keagungan yang sangat berbeda dari yang biasa kita kaitkan dengan kekuasaan: yaitu keagungan yang ditandai oleh kerendahan hati, pelayanan, dan kasih.<\/p>","protected":false},"author":2399,"featured_media":232021,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-232020","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232020","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2399"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=232020"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232020\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":232105,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/232020\/revisions\/232105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/232021"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=232020"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=232020"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=232020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}