{"id":230600,"date":"2026-07-18T02:00:00","date_gmt":"2026-07-18T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/?p=230600"},"modified":"2026-07-06T16:59:54","modified_gmt":"2026-07-06T14:59:54","slug":"leon-xiv-oda-a-las-familias","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/leon-xiv-oda-a-las-familias\/","title":{"rendered":"Le\u00f3n XIV: puisi untuk keluarga"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Di hadapan Parlemen yang mendorong kehancuran dan memanipulasi kebenaran tentang keluarga, serta menggalakkan undang-undang yang bertentangan dengan apa yang dianggap sebagai keluarga menurut Hukum Alam: laki-laki dan perempuan, bersatu hingga maut memisahkan, dan terbuka terhadap kehidupan, Le\u00f3n XIV, dalam kunjungannya ke Spanyol, secara eksplisit dan sangat jelas merujuk pada keluarga yang dikehendaki Tuhan saat menciptakan laki-laki dan perempuan.<\/p>\n\n\n\n<h2 id=\"la-familia-fundamento-natural-de-la-sociedad-y-del-bien-comun\" class=\"wp-block-heading\">Keluarga, landasan alami masyarakat dan kebaikan bersama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Le\u00f3n XIV menyebut keluarga sebagai landasan segala masyarakat sipil, dan sebagai ragi bagi tumbuhnya sebuah bangsa. Singkatnya, keluarga adalah fondasi sejati dari segala bentuk kehidupan bersama manusia di bumi (kalimat-kalimat yang dicetak miring diambil dari pidatonya di hadapan Parlemen).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah menekankan bahwa: \u00ab<em>Kebaikan bersama, dalam arti tertentu, adalah \u00abwujud sosial dari martabat manusia\u00bb (lih. Magnifica humanitas, 59). Kebaikan bersama bukanlah sekadar penjumlahan kepentingan-kepentingan pribadi, melainkan \u00abkeseluruhan kondisi kehidupan sosial yang memungkinkan perkumpulan-perkumpulan dan setiap anggotanya untuk mencapai kesempurnaan diri secara lebih penuh dan lebih mudah\u00bb (Gaudium et spes, 26),\u00a0<\/em>menulis: \u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u00abDalam konteks ini, keluarga memegang peranan yang sangat penting, sebagai realitas manusia yang paling mendasar dan landasan alami bagi masyarakat\u00bb.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah masyarakat di mana keluarga-keluarga hancur; pasangan suami-istri memiliki undang-undang untuk mengakhiri hubungan mereka kapan saja; pernikahan tidak terbuka bagi kelahiran anak; orang tua mengabaikan pendidikan manusiawi, moral, dan agama anak-anak mereka; persatuan sesama jenis diakui sebagai \u00abpernikahan sah\u00bb, dan sebagainya\u2014adalah masyarakat yang sedang menuju kehancuran dan kepunahan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/familia-tradicional-atardecer.webp\" alt=\"Familia unida viendo el atardecer\" class=\"wp-image-230638\" style=\"aspect-ratio:1.4992888417882142;width:727px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/familia-tradicional-atardecer.webp 1000w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/familia-tradicional-atardecer-300x200.webp 300w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/familia-tradicional-atardecer-150x100.webp 150w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/familia-tradicional-atardecer-768x512.webp 768w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/familia-tradicional-atardecer-18x12.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h3 id=\"leon-xiv-reivindica-el-papel-insustituible-de-la-familia-en-la-construccion-de-los-pueblos\" class=\"wp-block-heading\"><strong>Le\u00f3n XIV menegaskan peran keluarga yang tak tergantikan dalam pembangunan masyarakat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat berbicara kepada para keluarga, dan mengingatkan mereka bahwa Yesus terus berdoa kepada Bapa bagi keluarga-keluarga, Leo XIV menulis setahun yang lalu: \u00abDoa Tuhan itu memberikan makna yang utuh bagi momen-momen indah dari cinta kasih kita satu sama lain sebagai orang tua, kakek-nenek, anak laki-laki, dan anak perempuan. Dan inilah yang ingin kami sampaikan kepada dunia: kami ada di sini untuk menjadi \u00absatu\u00bb sebagaimana Tuhan menghendaki kami menjadi \u00absatu\u00bb, dalam keluarga kami dan di tempat-tempat di mana kami tinggal, bekerja, dan belajar: berbeda, namun satu; banyak, namun satu; selalu satu, dalam segala keadaan dan tahap kehidupan.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00abSaudara-saudari, jika kita saling mengasihi seperti ini, di atas dasar Kristus, yang adalah \"Alfa dan Omega, awal dan akhir\" (lih. Why 22:13), kita akan menjadi tanda damai bagi semua orang, di masyarakat dan di dunia. Janganlah kita melupakannya: masa depan bangsa-bangsa lahir dari rahim keluarga\u00bb (1 Juni 2025),<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\"<em>\u00bbDi rumah, berbagai generasi saling terjalin dan warisan sejarah yang hidup diturunkan, yang memberikan kelangsungan bagi masyarakat.\u201d.<\/em> Manusia dipanggil untuk menjalani hidup selama bertahun-tahun; artinya, ia terlibat dalam sebuah kisah yang tidak ia bangun dari nol, dan di mana ia telah menjadi bagian sejak kecil. Segala sesuatu yang dipelajari dalam kehidupan keluarga merupakan bekal yang memungkinkan setiap pria dan setiap wanita menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat ia akan hidup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siapa yang tidak ingat kegembiraan yang mendalam dari seorang nenek, saat ikut serta dalam <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/bautismo-que-es-y-simbologia\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/bautismo-que-es-y-simbologia\/\">Pembaptisan<\/a> dari cicit pertamanya? Jika pemerintah mengesahkan undang-undang yang bertujuan menghancurkan keluarga, kekuasaan politik tidak lagi memiliki makna \u00abpelayanan\u00bb dan \u00abmencari kebaikan bersama\u00bb, melainkan berubah menjadi kediktatoran yang tirani, menjadi \u201ckekejian di antara segala kekejian\u201d. <em>\u00abDi mana keluarga dijaga, stabilitas spiritual dan sosial bangsa-bangsa pun semakin diperkuat\u00bb.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/el-congreso-recibe-al-papa-leon-xiv.webp\" alt=\"El Congreso recibe al Papa Le\u00f3n XIV\" class=\"wp-image-230636\" style=\"aspect-ratio:1.4992888417882142;width:757px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/el-congreso-recibe-al-papa-leon-xiv.webp 1000w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/el-congreso-recibe-al-papa-leon-xiv-300x200.webp 300w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/el-congreso-recibe-al-papa-leon-xiv-150x100.webp 150w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/el-congreso-recibe-al-papa-leon-xiv-768x512.webp 768w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/el-congreso-recibe-al-papa-leon-xiv-18x12.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Kongres mendengarkan Paus Leo XIV | Europa Press.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah harus belajar memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya dengan cara terbaik, dengan mengutamakan \u00abkepentingan bersama\u00bb seluruh masyarakat, dan \u00abkepentingan bersama\u00bb tersebut tentu saja mencakup pemberian bantuan kepada keluarga dalam segala hal yang mungkin mereka butuhkan: perumahan, pekerjaan, layanan kesehatan, dan sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ada kedamaian dalam keluarga, maka akan ada kedamaian di seluruh masyarakat. Jika berdoa dalam keluarga, maka akan berdoa pula di tengah masyarakat: di paroki, perkumpulan keagamaan, prosesi, dan kita semua akan berjalan dalam persatuan dengan Yesus Kristus dan Bunda-Nya yang Mahakudus. Betapa bahagianya saya telah merasakan hal ini berkali-kali, ketika memasuki sebuah rumah untuk memberkati rumah tersebut, dan melihat patung Kristus di Salib di setiap kamar, serta lukisan Bunda Maria yang Mahakudus di ruang pertemuan keluarga\u2014Dia yang adalah Ratu Keluarga!<\/p>\n\n\n\n<h3 id=\"la-familia-cristiana-primera-escuela-de-convivencia-amor-y-servicio\" class=\"wp-block-heading\">Keluarga Kristen: sekolah pertama dalam hidup berdampingan, kasih, dan pelayanan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>\u00abKeluarga akan selalu menjadi sekolah pertama kemanusiaan, tempat kita belajar\u2014sebelum di tempat lain mana pun\u2014tata cara dasar hidup berdampingan; menerima kehidupan, merawat sesama, memaafkan, melayani, dan merasa menjadi bagian dari sesuatu\u00bb<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang tua kita, dengan memaafkan kesalahan yang mungkin kita lakukan, sedang mengajarkan kita pelajaran tentang kasih dan pengertian, yang membantu kita untuk belajar memaafkan, meminta maaf; singkatnya, untuk hidup berdampingan dengan semua orang di sekitar kita. Kita belajar untuk melayani sesama, dan tidak terjebak dalam diri sendiri, serta tidak terus-menerus memikirkan hal-hal yang mungkin menyakiti kita dari perbuatan orang lain. Dalam keluarga yang benar-benar Kristen, sikap egois dan individualisme pun lenyap dengan sendirinya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full is-resized\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"667\" src=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/educacion-en-la-familia-cristiana.webp\" alt=\"Madre y beb\u00e9, educaci\u00f3n en la familia cristiana\" class=\"wp-image-230637\" style=\"aspect-ratio:1.4992888417882142;width:754px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/educacion-en-la-familia-cristiana.webp 1000w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/educacion-en-la-familia-cristiana-300x200.webp 300w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/educacion-en-la-familia-cristiana-150x100.webp 150w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/educacion-en-la-familia-cristiana-768x512.webp 768w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/educacion-en-la-familia-cristiana-18x12.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan bukan hanya meminta maaf dan memaafkan, dalam keluarga kita belajar untuk peduli terhadap orang lain: orang tua, saudara kandung, kerabat dekat maupun jauh, dengan berusaha memenuhi kebutuhan mereka. Kita menghilangkan segala bentuk keegoisan dan belajar melayani dengan mencintai orang tua, saudara-saudara, serta kerabat kita: keberhasilan mereka adalah keberhasilan kita; kesedihan dan penderitaan mereka adalah kesedihan dan penderitaan kita; kegembiraan mereka adalah kegembiraan kita.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keluarga adalah tempat lahirnya kehidupan baru. Saudara-saudara laki-laki yang lebih tua menyambut dengan hati yang lapang mereka yang datang setelahnya; saudara-saudara perempuan yang lebih tua dengan sukacita menanggung beban dan tanggung jawab keibuan yang tidak selalu dapat ditanggung oleh seorang ibu\u2014terutama dalam keluarga dengan enam, tujuh, delapan, sembilan..., anak.<\/p>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\">Hak orang tua untuk mendidik anak-anak mereka sesuai dengan keyakinan mereka<\/h5>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dan, terakhir, ingatlah&nbsp;<em>\u00abhak utama dan tak dapat dicabut\u00bb orang tua untuk \u00abmemilih jenis pendidikan dan pembinaan yang diterima anak-anak mereka, sesuai dengan keyakinan moral, budaya, dan agama mereka sendiri\u00bb.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Homili Paus Leo XIV \/ 11.1.2026 \/ Pembaptisan Tuhan\" width=\"500\" height=\"281\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/g09qW1vXPR8?start=2&amp;feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ernesto Juli\u00e1<\/strong>, (ernesto.julia@gmail.com) | Sebelumnya dipublikasikan di&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.elconfidencialdigital.com\/religion\/author\/ernesto-julia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Rahasia Agama<\/strong><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><h4><strong>Daftar isi<\/strong><\/h4><nav><ul><li class=\"\"><a href=\"#la-familia-fundamento-natural-de-la-sociedad-y-del-bien-comun\">Keluarga, landasan alami masyarakat dan kebaikan bersama<\/a><ul><li class=\"\"><a href=\"#leon-xiv-reivindica-el-papel-insustituible-de-la-familia-en-la-construccion-de-los-pueblos\">Le\u00f3n XIV menegaskan peran keluarga yang tak tergantikan dalam pembangunan masyarakat<\/a><\/li><li class=\"\"><a href=\"#la-familia-cristiana-primera-escuela-de-convivencia-amor-y-servicio\">Keluarga Kristen: sekolah pertama dalam hidup berdampingan, kasih, dan pelayanan<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paus Leo XIV mengingatkan bahwa keluarga merupakan landasan alami masyarakat dan kebaikan bersama. Keluarga adalah sekolah kemanusiaan yang pertama: tempat di mana kita belajar untuk mencintai, melayani, dan hidup berdampingan.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":230623,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[416,262,375],"class_list":["post-230600","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-familia","tag-papa-leon-xiv","tag-visita-del-papa-a-espana"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230600","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=230600"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230600\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":231232,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/230600\/revisions\/231232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/230623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=230600"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=230600"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=230600"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}