{"id":227253,"date":"2025-12-23T06:00:00","date_gmt":"2025-12-23T05:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/?p=227253"},"modified":"2025-12-18T12:24:18","modified_gmt":"2025-12-18T11:24:18","slug":"sergio-rojas-vocacion-sacerdote-venezuela","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/sergio-rojas-vocacion-sacerdote-venezuela\/","title":{"rendered":"Sergio Rojas, imam: sebuah panggilan dari Venezuela yang lahir jauh dari Tuhan"},"content":{"rendered":"<p>Sergio Rojas tidak dibesarkan dalam keluarga yang taat beragama dan tidak pernah bermimpi untuk memiliki <strong><a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/sacerdocio\/vocacion-sacerdotal\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/sacerdocio\/vocacion-sacerdotal\/\">panggilan menjadi imam<\/a><\/strong>. Dia hampir tidak mengenal Tuhan dan hidupnya tidak berpusat pada iman. Namun, ini <strong>imam <\/strong>Seorang wanita dari Venezuela menemukan bahwa panggilan Tuhan dapat datang bahkan ketika seseorang tidak mencarinya. <\/p>\n\n\n\n<p>Sejarahnya adalah sejarah sebuah <strong>panggilan imam<\/strong> tak terduga, dibentuk melalui pertemuan pribadi dengan <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/cristo-rey-del-universo-solemnidad-de-noviembre\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"226155\" rel=\"noreferrer noopener\">Kristus<\/a> dan berkelanjutan, bertahun-tahun kemudian, berkat bantuan konkret dari para dermawan dan teman-teman dari <strong>Yayasan CARF<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"una-vocacion-sacerdotal-que-no-empezo-en-casa\">Panggilan imamat yang tidak dimulai di rumah<\/h2>\n\n\n\n<p>Sejarah panggilan imamat Pastor Sergio Rojas tidak dimulai di sebuah paroki atau di sebuah <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/la-familia-cristiana-concepto-e-importancia\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"167708\" rel=\"noreferrer noopener\">keluarga<\/a> Terutama yang bersifat keagamaan. Sebaliknya. Meskipun keluarganya menganggap diri mereka Katolik, iman tidak benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00abSaya selalu menganggap panggilan saya sebagai sesuatu yang sangat khusus,\u00bb jelasnya. Dan dia mengatakan itu dengan pengetahuan yang mendalam: selama bertahun-tahun, Tuhan hampir tidak dikenal baginya.<\/p>\n\n\n\n<p>Titik baliknya terjadi berkat ibu dari sahabatnya. Dialah yang pertama kali berbicara kepadanya tentang Tuhan dengan cara yang dekat dan konkret, dan yang memperkenalkannya ke dalam sebuah komunitas. <a href=\"https:\/\/neocatechumenaleiter.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Jalan Neocatecumenal<\/a>. Di sana dimulai sebuah perjalanan iman yang, tanpa dia sadari, sedang menanamkan akar-akar imannya. <strong>panggilan imam<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"cuando-dios-irrumpe-sin-pedir-permiso\">Ketika Tuhan datang tanpa meminta izin<\/h3>\n\n\n\n<p>Sergio baru saja menjalani iman selama tiga tahun ketika sesuatu yang tidak dia duga terjadi. Selama pertemuan nasional Camino, saat panggilan iman diminta, dia merasakan kegelisahan batin yang sulit dijelaskan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00abItu seperti api yang menyala dengan kuat,\u00bb kenangnya. Tapi bersama panggilan itu muncul rasa takut. Dia merasa belum siap. Terlalu dini. Terlalu serius.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertanyaan itu muncul kembali beberapa waktu kemudian, dengan cara yang lebih langsung. Seorang biarawati misionaris Meksiko, setelah mengenalnya, melontarkan sebuah kalimat yang tak bisa dia lupakan: \u00abDan kamu, kapan kamu akan masuk seminari?\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p>Sejak saat itu, ide tersebut tidak pernah meninggalkan pikirannya. Hingga suatu hari, di hadapan Sakramen Mahakudus, ia memutuskan untuk berhenti menolaknya: \u00abAku menantang Tuhan. Aku berkata: \u201cJika Engkau mau, aku pun mau\u201d.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p>Tindakan sederhana itu menandai awal yang pasti dari perjalanannya menuju imamat.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"de-venezuela-a-pamplona-formarse-para-servir-mejor\">Dari Venezuela ke Pamplona: Belajar untuk Melayani dengan Lebih Baik<\/h4>\n\n\n\n<p>Saat di seminari, uskupnya mengambil keputusan yang akan mengubah hidupnya: mengirimnya ke Pamplona (Spanyol) untuk menyelesaikan pendidikannya di <a href=\"https:\/\/seminariobidasoa.org\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/seminariobidasoa.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Seminar internasional Bidasoa<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk ini <strong>imam Venezuela<\/strong>, perjalanan ke Spanyol bukan hanya tahap akademis. Itu adalah pengalaman yang sangat manusiawi dan spiritual.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00abDi Bidasoa, saya merasa seperti di rumah sendiri, meskipun jauh dari negara asal saya,\u00bb akunya. Di sana, ia menemukan sesuatu yang esensial: \u00abbahwa Gereja bukanlah ide abstrak, melainkan sebuah keluarga universal. Orang-orang dari budaya, bahasa, dan realitas yang sangat berbeda, diikat oleh iman yang sama.\u00bb.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengalaman itu membantunya memahami dunia yang suatu hari nanti akan menjadi tempat ia ditugaskan sebagai pendeta.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"mucho-mas-que-estudios-aprender-a-ser-sacerdote\"><strong>Jauh lebih dari <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/sacerdocio\/formacion-de-sacerdotes\/\" target=\"_blank\" data-type=\"page\" data-id=\"169942\" rel=\"noreferrer noopener\">studi<\/a>: belajar menjadi imam<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika ada yang dibawa Sergio dari masa tinggalnya di Pamplona, itu bukanlah gelar, melainkan cara hidup sebagai imam.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00abSaya dididik untuk memberikan seluruh diri saya dalam pelayanan pastoral,\u00bb jelasnya. Dia belajar mengenal <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/servir-a-la-iglesia\/\" target=\"_blank\" data-type=\"page\" data-id=\"169919\" rel=\"noreferrer noopener\">Gereja<\/a> Dari dalam, untuk memahami berbagai realitas manusia yang akan ditemuinya dan untuk bersaksi tentang Yesus Kristus di tengah-tengah mereka.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"450\" src=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/sergio-rojas-grupo-iglesia.webp\" alt=\"Sergio Rojas sacerdote Venezuela vocaci\u00f3n\" class=\"wp-image-227256\" style=\"aspect-ratio:2.222314083750155\" srcset=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/sergio-rojas-grupo-iglesia.webp 1000w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/sergio-rojas-grupo-iglesia-300x135.webp 300w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/sergio-rojas-grupo-iglesia-150x68.webp 150w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/sergio-rojas-grupo-iglesia-768x346.webp 768w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/sergio-rojas-grupo-iglesia-18x8.webp 18w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Pastor Sergio Rojas, imam dari Keuskupan Margarita, didampingi oleh para pemuda dari paroki.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Di antara aspek-aspek yang paling mempengaruhi pembentukannya, yang menonjol adalah bimbingan rohani yang terus-menerus, pengakuan dosa yang sering, dan hubungan pribadi dengan Yesus dalam Ekaristi.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, ada satu kesaksian yang meninggalkan jejak khusus dalam kehidupan imamatnya: kesaksian dari Pastor Juan Antonio Gil Tamayo, pembimbingnya, yang menjalani penyakitnya dengan iman yang tenang dan bersinar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00abDia menunjukkan kepada kita bahwa kekuatan spiritual memungkinkan kita untuk melihat melampaui penderitaan dan menemukan kehendak Allah.\" <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/la-llamada-de-dios-descubriendo-la-fe\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"214619\" rel=\"noreferrer noopener\">Tuhan<\/a> bahkan di salib,\u00bb katanya.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"el-sacerdocio-hoy-servir-y-no-aislarse\"><strong>Imam pada masa kini: melayani dan tidak mengisolasi diri<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pastor Sergio Rojas tidak mengidealkan imamat. Ia sangat menyadari tantangan-tantangan saat ini dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi Gereja.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi dia, kuncinya jelas: doa, pengabdian, dan kerendahan hati. Seorang imam, katanya, dipanggil untuk melayani, bukan untuk mencari kenyamanan atau pengakuan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dia juga menekankan pentingnya tidak hidup terisolasi. \u00abSeorang imam harus berada di tengah-tengah umat, mengenal realitas mereka, berbagi kegembiraan dan penderitaan mereka.\u00bb Namun, semua itu hanya bermakna jika lahir dari pertemuan yang hidup dengan <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/Solemnidad-de-Jesucristo-Rey-del-Universo.webp\" data-type=\"attachment\" data-id=\"226156\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Yesus Kristus<\/a>. \u00abTanpa doa, imamat kehilangan esensinya,\u00bb tegasnya. <strong>imam Venezuela<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p id=\"gratitud-a-la-fundacion-carf-una-ayuda-que-hace-posible-la-vocacion\"><strong>Terima kasih kepada Yayasan CARF: bantuan yang membuat panggilan ini menjadi mungkin.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Saat menengok ke belakang, Sergio Rojas tidak ragu: tanpa bantuan para dermawan dan teman-teman dari <strong><a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/donar\/\" data-type=\"page\" data-id=\"170000\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Yayasan CARF<\/a><\/strong>, sejarahnya akan sangat berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>\u00abTanpa kalian, saya tidak akan bisa bepergian, belajar, atau menempuh pendidikan di Pamplona,\u00bb ujarnya dengan penuh rasa syukur. Ini bukan sekadar ungkapan basa-basi, melainkan kenyataan yang konkret: <strong>panggilan imam<\/strong> Dia juga mendapat manfaat dari kebaikan hati orang-orang yang mendukung pendidikannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, ia menegaskan, akan selalu ada sebuah <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/oracion-por-el-papa-leon-xiv-una-obligacion\/\" target=\"_blank\" data-type=\"post\" data-id=\"226288\" rel=\"noreferrer noopener\">doa<\/a> Berterima kasih kepada mereka yang memfasilitasi agar para seminaris dan imam lain dapat mempersiapkan diri untuk melayani Gereja dengan lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-rank-math-toc-block\" id=\"rank-math-toc\"><p>Daftar isi<\/p><nav><ul><li><a href=\"#una-vocacion-sacerdotal-que-no-empezo-en-casa\">Panggilan imamat yang tidak dimulai di rumah<\/a><ul><li><a href=\"#cuando-dios-irrumpe-sin-pedir-permiso\">Ketika Tuhan datang tanpa meminta izin<\/a><\/li><\/ul><\/li><\/ul><\/nav><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kisah Sergio Rojas adalah kisah seorang imam yang panggilannya tumbuh secara bertahap dalam hidupnya. Imam asal Venezuela dari Keuskupan Margarita ini menceritakan bahwa perjalanan imannya membawanya ke seminari di negaranya dan kemudian ke Seminari Internasional Bidasoa, di mana ia menemukan kekayaan Gereja Universal yang dipanggil untuk melayani dengan kerendahan hati.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":227255,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[109],"tags":[335,182,271,212],"class_list":["post-227253","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-historias","tag-servir-a-la-iglesia","tag-testimonio","tag-venezuela","tag-vocacion-sacerdotal"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227253","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=227253"}],"version-history":[{"count":12,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227253\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":227342,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/227253\/revisions\/227342"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/227255"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=227253"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=227253"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=227253"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}