{"id":226796,"date":"2025-11-26T19:29:18","date_gmt":"2025-11-26T18:29:18","guid":{"rendered":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/?p=226796"},"modified":"2025-11-27T11:54:05","modified_gmt":"2025-11-27T10:54:05","slug":"visita-libano-turquia-papa-leon-xiv-esperanza","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/visita-libano-turquia-papa-leon-xiv-esperanza\/","title":{"rendered":"\u00abKunjungan Paus ke Lebanon akan membawa harapan.\u00bb"},"content":{"rendered":"

The Bapak Christian Hallak<\/strong>, imam Maronit dari Keuskupan Beirut yang sedang menempuh studi di Fakultas Gerejawi Universitas Navarra<\/a> Berkat para mitra, donatur, dan teman-teman Yayasan CARF, ia sepenuhnya yakin bahwa kunjungan Paus Leo XIV ke negaranya, setelah singgah di Turki, akan membawa harapan dan masa depan yang cerah bagi rakyatnya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n

Pesan harapan dan persatuan<\/h2>\n\n\n\n

Dalam pandangannya, campuran antara kerinduan untuk kembali ke tanah airnya dan tanggung jawab untuk terus melangkah. terbentuk<\/a> Untuk suatu hari nanti dapat kembali melayani negaranya dengan lebih baik. Dari Spanyol, ia mengikuti dengan antusias setiap berita tentang kunjungan Paus Leo XIV ke Turki dan Lebanon, dari 27 November hingga 2 Desember. \u00abKunjungan Paus akan membawa banyak harapan.<\/strong>\u00bb, katanya dengan keyakinan.<\/p>\n\n\n\n

Dalam situasi yang suram bagi negaranya, suara Paus akan, menurutnya, suara nabi<\/strong>, yang akan mengingatkan negara ini tentang lima hal penting:<\/p>\n\n\n\n

    \n
  1. Kekuatan dari harapan <\/strong>bahkan dalam kegelapan.<\/li>\n\n\n\n
  2. The tanggung jawab <\/strong>dibagi antara umat Kristen dan Muslim untuk melindungi dan mempertahankan tanah air.<\/li>\n\n\n\n
  3. Pentingnya menerapkan keadilan <\/strong>dan akuntabilitas untuk memulihkan masyarakat.<\/li>\n\n\n\n
  4. Kebutuhan akan komunitas internasional<\/strong> Jangan tinggalkan Lebanon.<\/li>\n\n\n\n
  5. Lebanon lebih dari sekadar sebuah negara, melainkan sebuah pesan tentang hidup berdampingan, seperti yang dikatakan oleh Santo Yohanes Paulus II.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n
    \n