{"id":167713,"date":"2025-03-04T13:30:00","date_gmt":"2025-03-04T12:30:00","guid":{"rendered":"https:\/\/carfundacion.roymo.info\/blog\/miercoles-de-ceniza-cuando-es-que-se-celebra-y-su-significado\/"},"modified":"2025-03-04T13:19:20","modified_gmt":"2025-03-04T12:19:20","slug":"miercoles-de-ceniza-que-se-celebra-y-significado","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/miercoles-de-ceniza-que-se-celebra-y-significado\/","title":{"rendered":"Rabu Abu: kapan, apa yang dirayakan dan apa artinya"},"content":{"rendered":"<div class=\"et_pb_section et_pb_section_21 et_section_regular\">\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_153\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_395  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_138  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p style=\"text-align: center;\">\"Ingatlah bahwa kamu adalah debu dan kepada debu kamu akan kembali\".<\/p>\n<p>Pengenaan abu mengingatkan kita bahwa kehidupan kita di bumi ini hanya sekejap dan bahwa kehidupan terakhir kita adalah di Surga.<\/p>\n<h3>Kapan Rabu Abu?<\/h3>\n<p>The <a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es-es\/article\/preguntas-cuaresma-jesucristo-iglesia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Prapaskah<\/strong> <\/a>adalah waktu empat puluh hari, yang <strong>dimulai dengan Rabu Abu<\/strong> y <strong>berakhir pada hari Kamis Putih, sebelum<em> Misa di Coena Domini<\/em> (Perjamuan Tuhan) yang dengannya Triduum Paskah dimulai.<\/strong>\u00a0Ini adalah <strong>waktu doa, penebusan dosa dan puasa<\/strong>. Empat puluh hari yang ditandai Gereja untuk pertobatan hati.<\/p>\n<p>Hari raya Kristen ini memiliki keunikan karena mengubah tanggalnya setiap tahun, dikondisikan oleh Paskah dan <strong>Kebangkitan Tuhan, yang merupakan perayaan yang menandai seluruh kalender liturgi.<\/strong>. Ini bisa berlangsung antara 4 Februari dan 10 Maret. Perayaan ini selalu dirayakan pada hari Rabu.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_154\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_398  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_image et_pb_image_17\">\n<p><\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"439\" height=\"1024\" class=\"wp-image-177232 aligncenter\" src=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Ano-liturgico-miercoles-de-ceniza-768x1920.jpg-e1741088743413-439x1024.webp\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Ano-liturgico-miercoles-de-ceniza-768x1920.jpg-e1741088743413-439x1024.webp 439w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Ano-liturgico-miercoles-de-ceniza-768x1920.jpg-e1741088743413-129x300.webp 129w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Ano-liturgico-miercoles-de-ceniza-768x1920.jpg-e1741088743413-64x150.webp 64w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Ano-liturgico-miercoles-de-ceniza-768x1920.jpg-e1741088743413-658x1536.webp 658w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Ano-liturgico-miercoles-de-ceniza-768x1920.jpg-e1741088743413-5x12.webp 5w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/Ano-liturgico-miercoles-de-ceniza-768x1920.jpg-e1741088743413.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 439px) 100vw, 439px\" \/><\/figure>\n<h3><span style=\"color: revert; font-size: revert; font-weight: revert;\">Arti dari Rabu Abu<\/span><\/h3>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_155\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_401  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_139  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Menerima abu dimaksudkan untuk mengingatkan kita akan asal usul kita, \"<em>Ingatlah bahwa Anda adalah debu dan kepada debu Anda akan kembali<\/em>\". Dengan rasa simbolis kematian, kedaluwarsa, kerendahan hati dan penyesalan, <strong>abu membantu kita untuk melihat ke dalam diri kita sendiri<\/strong>.<\/p>\n<p>Melihat ke dalam diri sendiri, mengenali kesalahan seseorang dan ingin memperbaikinya, adalah bagian dari dinamika dua kata kunci Prapaskah. Dengan mengakui dosa-dosa kita, <strong>kami menyesalinya<\/strong> dan ingin mengubahnya, <strong>kita menjadi.<\/strong><\/p>\n<p>Ini adalah hari terang dalam kehidupan orang Kristen yang memungkinkan kita untuk mengenali bahwa kita lemah dan bahwa kita membutuhkan Sengsara, Kematian dan Kebangkitan Yesus untuk dapat hidup bersama dengan-Nya di Kerajaan Surga.<\/p>\n<h3>Mengapa mereka memaksakan abu pada kita?<\/h3>\n<p>Di Gereja, tradisi ini telah bertahan sejak abad ke-9 dan ada untuk mengingatkan kita bahwa di akhir hidup kita, <strong>kita hanya akan membawa serta apa yang telah kita lakukan untuk Tuhan dan untuk orang lain.<\/strong>.<\/p>\n<p>The <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/es\/la-cuaresma-significado-definicion-oraciones\/\">Rabu<\/a> Pada hari Rabu Abu, imam menelusuri tanda salib dengan abu di dahi kita untuk melambangkan penyesalan dan pertobatan, sambil mengulangi kata-kata pengenaan abu yang diilhami oleh Kitab Suci:<\/p>\n<ul>\n<li>\"Ingatlah bahwa kamu adalah debu dan kepada debu kamu akan kembali\". <em>Kejadian, 3, 19<\/em><\/li>\n<li>\"Waktunya telah genap dan Kerajaan Allah sudah dekat; bertobatlah dan percayalah kepada Injil.\" <em>Markus 1,15<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p>Kata-kata ini berfungsi untuk mengingatkan kita bahwa tempat terakhir kita adalah di Surga. Mereka dimaksudkan untuk membenamkan kita lebih dalam lagi dalam misteri paskah Yesus, dalam kematian dan kebangkitan-Nya, melalui partisipasi dalam Ekaristi dan dalam kehidupan amal.<\/p>\n<p><strong>Abu<\/strong> adalah sisa-sisa dari apa yang telah dikonsumsi dari karangan bunga yang diberkati pada Minggu Sengsara tahun sebelumnya. <strong>Tanda yang mengingatkan kita akan kedekatan kita dengan dosa<\/strong>.<\/p>\n<p>Seseorang juga bisa melihat dirinya sendiri dalam api yang telah menghasilkan abu tersebut. Itu <strong>api adalah cinta ilahi<\/strong> dan <strong>Prapaskah<\/strong>muncul, seperti api yang menyala di bawah abu: <strong>ini adalah pengingat akan kehadiran Tuhan dalam hidup kita.<\/strong>adalah kesadaran bahwa Allah, melalui Kristus, menjadikan diri-Nya miskin untuk memperkaya hidup kita melalui kemiskinan-Nya.<\/p>\n<p>Sebuah masa persiapan dan pemurnian hati dimulai. Sebuah cara untuk mencapai tujuan untuk dipenuhi dengan kasih Tuhan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_157\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_407  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_141  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h3>Apa yang dirayakan pada hari Rabu Abu?<\/h3>\n<p><strong>Rabu Abu<\/strong>Ini adalah pesta pertobatan, penebusan dosa, tetapi di atas semua itu adalah pertobatan. Ini adalah <strong>awal perjalanan Prapaskah, untuk menemani Yesus dari padang gurun sampai hari kemenangan-Nya pada hari Minggu Paskah.<\/strong>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_130507\" aria-describedby=\"caption-attachment-130507\" style=\"width: 720px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-130507\" title=\"abu-rabu\" src=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/miercoles-de-cenizas.jpg\" sizes=\"(min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) 720px, 100vw\" srcset=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/miercoles-de-cenizas.jpg 720w, https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/wp-content\/uploads\/2023\/02\/miercoles-de-cenizas.jpg 480w\" alt=\"Que se celebra el mi\u00e9rcoles de ceniza\" width=\"720\" height=\"479\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-130507\" class=\"wp-caption-text\">Paus Fransiskus saat menjabat sebagai Kardinal Buenos Aires, Argentina pada Februari 2013. Merayakan Misa Kudus pada Rabu Abu di Katedral Metropolitan (oleh Filippo Fiorini, Pangea News).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Ini harus menjadi waktu untuk merefleksikan kehidupan kita, untuk memahami ke mana kita akan pergi, untuk menganalisa bagaimana kita berperilaku dengan <a href=\"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/es\/familia-cristiana-amoris-laetitia\/\">keluarga<\/a> dan secara umum dengan semua makhluk di sekitar kita.<\/p>\n<p>Pada saat ini, saat kita merefleksikan kehidupan kita, kita harus mulai sekarang mengubah hidup kita menjadi pengikut Yesus, memperdalam pemahaman kita tentang pesan cinta dan kasih-Nya. <strong>mendekati Sakramen Rekonsiliasi di musim Prapaskah ini<\/strong>.<\/p>\n<p>Rekonsiliasi dengan Tuhan ini terdiri dari Pertobatan, Pengakuan dosa-dosa kita, Penebusan Dosa dan akhirnya Pertobatan:<\/p>\n<ul>\n<li>The <strong>pertobatan<\/strong> harus tulus dan ada baiknya dimulai dengan Pemeriksaan Hati Nurani.<\/li>\n<li>The <strong>pengakuan<\/strong> dosa-dosa kita diungkapkan oleh imam dalam sakramen pengakuan dosa.<\/li>\n<li>The <strong>penebusan dosa <\/strong>Hal pertama yang harus kita lakukan tentu saja adalah perintah imam, tetapi kita harus melanjutkannya dengan doa, yang merupakan komunikasi intim dengan Tuhan, dan dengan puasa, yang mewakili penyerahan diri.<\/li>\n<li>Akhirnya, yang <strong>Konversi<\/strong> yang mewakili pengikut Yesus. Mengingat firman Yesus, mendengarkan, membaca Injil, merenungkannya dan mempercayainya. Menyampaikan pesannya dengan tindakan dan kata-kata kita.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_158\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_1_3 et_pb_column_410  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_142 frase-destacada  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<p>Untuk mengenang hari di mana Yesus Kristus wafat di Salib Suci, \"setiap hari Jumat, kecuali jika bertepatan dengan hari raya, pantang makan daging, atau makanan lain seperti yang ditentukan oleh Konferensi Episkopal, harus dilakukan; puasa dan pantang makan harus dilakukan pada Rabu Abu dan Jumat Agung\". <em>Kitab Hukum Kanonik, kanon 1251<\/em><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div class=\"et_pb_row et_pb_row_159\">\n<div class=\"et_pb_column et_pb_column_3_5 et_pb_column_413  et_pb_css_mix_blend_mode_passthrough\">\n<div class=\"et_pb_module et_pb_text et_pb_text_143  et_pb_text_align_left et_pb_bg_layout_light\">\n<div class=\"et_pb_text_inner\">\n<h3>Berpuasa dan berpantang pada Rabu Abu<\/h3>\n<p>Untuk menjalani masa ini dengan cara yang terbaik, <strong>Gereja mengusulkan tiga kegiatan utama, yang bertujuan untuk memupuk pertumbuhan spiritual dan penyesalan batin:<\/strong> doa, pantang dan puasa. Ketiga bentuk penebusan dosa ini menunjukkan niat untuk berdamai dengan Tuhan, diri sendiri dan orang lain.<\/p>\n<p>Rabu Abu dan Jumat Agung adalah hari puasa dan pantang:<\/p>\n<ul>\n<li>The <strong>puasa<\/strong> hanya terdiri dari satu kali makan utama sehari.<\/li>\n<li>The <strong>pantang<\/strong> adalah tidak makan daging, diwajibkan sejak usia 14 tahun dan berpuasa sejak usia 18 tahun sampai usia 59 tahun.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Ini adalah cara untuk meminta pengampunan Tuhan karena telah menyinggung perasaan-Nya dan mengatakan kepada-Nya bahwa kita ingin mengubah hidup kita untuk selalu menyenangkan-Nya.<\/p>\n<h3>Berkorban<\/h3>\n<p>Yang artinya adalah \"<em>membuat sesuatu menjadi sakral<\/em>\"Kita harus <strong>melakukannya dengan sukacita<\/strong>Karena itu adalah karena kasih Allah. Jika kita tidak melakukannya, kita akan menimbulkan rasa kasihan dan belas kasihan dan kehilangan kebahagiaan abadi. <strong>Tuhanlah yang melihat pengorbanan kita dari surga dan Tuhanlah yang akan memberi kita pahala.<\/strong>.<\/p>\n<p>\"Apabila kamu berpuasa, maka janganlah kamu tampak sedih seperti orang-orang munafik yang menampakkan mukanya supaya dilihat orang lain bahwa mereka berpuasa. Apabila engkau berpuasa, urapilah kepalamu dan basuhlah mukamu, supaya jangan dilihat orang, bahwa engkau berpuasa, tetapi Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. \" <em>Mat 6,6<\/em>\"<\/p>\n<p>Di sisi lain, ada puasa, yang bertujuan untuk menguasai naluri kita untuk membebaskan hati kita.<\/p>\n<p>Seperti yang Yesus katakan: \"Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Belajar mengesampingkan apa yang ingin kita makan atau minum, untuk memberi ruang bagi Tuhan dalam hidup kita, adalah cara lain yang sangat baik untuk menjalani masa Prapaskah\". <em>Katekismus Gereja Katolik 2043<\/em><\/p>\n<h3>Sedekah<\/h3>\n<p>Pada saat ini, Gereja mengusulkan praktik kemurahan hati dan pelepasan diri yang lain, yaitu sedekah. <strong>Ini adalah penolakan sukarela terhadap berbagai kepuasan duniawi.<\/strong> dengan maksud menyenangkan Allah dan dengan amal terhadap sesama kita. Mengetahui bagaimana mengesampingkan untuk menempatkan sesama kita di atas hal-hal materi, memulihkan tatanan alamiah di dalam diri kita.<\/p>\n<h3>Doa untuk Rabu Abu<\/h3>\n<p>The <strong>berdoa dengan hati yang terbuka adalah persiapan terbaik untuk Paskah<\/strong>. Doa membuka hati kita kepada kehadiran Bapa. Hal ini memampukan kita untuk mengenali betapa kecilnya keberadaan kita dan untuk memahami kebutuhan akan Tuhan dalam keberadaan kita sendiri.<\/p>\n<p>Dialog yang konstan dengan Tuhan, meditasi yang sadar akan firman-Nya, <strong>adalah hubungan pribadi yang harus dicita-citakan oleh setiap orang Kristen<\/strong>. Hal ini tumbuh lebih kuat sebagai hasil dari hubungan yang terjalin dalam berbicara dengan-Nya.<\/p>\n<p>Doa adalah katup yang memberi oksigen pada jiwa. Ini adalah perjumpaan dengan kasih tanpa syarat yaitu Kristus.<\/p>\n<p>Kita adalah tanah liat dosa tetapi debu abu mengundang kita untuk bertobat dan percaya kepada Injil, meletakkan segala sesuatu di tangan Tuhan dan bukan di tangan kita sendiri, karena hanya Dia yang membebaskan kita dari maut dan kerusakan hidup kita.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p><strong>Daftar Pustaka:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Katolik.net<br><a href=\"https:\/\/opusdei.org\/es-es\/\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/opusdei.org\/es-es\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Opus Dei.org&nbsp;<\/a><br>Katekismus Gereja Katolik<br>Vaticannews<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semua umat Katolik dipanggil untuk menghayati empat puluh hari ke depan dalam refleksi mendalam. Dengan Rabu Abu, kita memasuki suasana pertobatan dan pertobatan.<\/p>","protected":false},"author":4,"featured_media":214083,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"give_campaign_id":0,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[11,6],"class_list":["post-167713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-blog","tag-cuaresma","tag-vida-cristiana"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=167713"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167713\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":214080,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/167713\/revisions\/214080"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/214083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=167713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=167713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/staging.fundacioncarf.org\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=167713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}